






Nagasaki, Jepang, Jumat, 19 Juni 2026 | Hari kedua sandar KRI Bima Suci di Dermaga Dejima Pier, Nagasaki, diwarnai dua agenda penting yaitu pengarahan dari Gubernur AAL dan Asops Kasal untuk Taruna KJK 2026 dan diplomasi budaya melalui penampilan Genderang Suling AAL.
Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Sigit Santoso bersama Asops Kasal Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memberikan pengarahan kepada Taruna Satlat KJK 2026 di geladak KRI Bima Suci.
Gubernur AAL menekankan pelayaran ini sebagai ajang menempa mental, disiplin, dan daya juang. “Laut akan menguji, tapi dari sanalah lahir perwira yang tangguh,” tegas Gubernur AAL.
Senada, Asops Kasal mengingatkan Taruna sebagai calon pemimpin TNI AL masa depan yang harus bermental baja, adaptif, dan berwawasan global. “Muhibah Diplomasi ini melatih kalian menghadapi tantangan, berinteraksi dengan budaya bangsa lain, sekaligus menjaga nama TNI Angkatan Laut,” ujarnya.
Di momen selanjutnya, Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL Angkatan 73 tampil apik di dermaga di bawah Pasuh GS Kapten Laut (P) Bymart Wiseso Wiharjono. Formasi dinamis dan aransemen lagu daerah hingga lagu Jepang memukau masyarakat Nagasaki, menjadi penghormatan budaya dan penyambutan diplomatik sejak awal sandar.
Penampilan GS beriringan dengan courtesy call Kasal Jepang Admiral Saito Akira ke KRI Bima Suci. Kasal Jepang diterima langsung Staf Khusus Kasal Laksamana Madya TNI TSNB Hutabarat, didampingi Asops Kasal dan Gubernur AAL. Pertemuan hangat di ruang VIP kapal ini menegaskan eratnya kerja sama maritim TNI AL– Angkatan Laut Jepang sekaligus menerima rangkaian Satlat KJK 2026 di Nagasaki.
Kombinasi pengarahan pimpinan, ketegasan barisan Taruna, dan pertemuan antar angkatan laut dua negara ini menjadi simbol kuat diplomasi maritim Indonesia dijalankan lewat pembinaan karakter, seni budaya, dan kehormatan militer di kancah internasional.
0 Komentar